[ad_1]
Universitas Islam Negeri Mataram (UIN Mataram) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki komitmen tinggi dalam bidang inovasi dan penelitian. Dengan semangat untuk menyumbang kemajuan ilmu pengetahuan, UIN Mataram terus mendorong para mahasiswa dan dosen untuk aktif dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurut Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Lalu Fatah, M.Ag., inovasi dan penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat. “Kami terus mendorong para civitas akademika untuk melakukan inovasi dan penelitian yang dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” kata Prof. Fatah.
Salah satu contoh inovasi yang dilakukan oleh UIN Mataram adalah pengembangan teknologi pertanian berbasis kearifan lokal. Menurut Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Mataram, Dr. H. M. Lalu Suparman, M.Pd., inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di daerah sekitar kampus. “Kami berusaha menggali potensi lokal dan mengembangkannya menjadi teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Suparman.
Selain itu, UIN Mataram juga aktif dalam melakukan penelitian-penelitian yang berkaitan dengan keberagaman budaya dan agama. Menurut Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Mataram, Dr. H. M. Zainuddin, M.Ag., penelitian ini bertujuan untuk memperkuat toleransi antar umat beragama dan memperkaya wawasan keagamaan. “Kami percaya bahwa melalui penelitian, kita dapat memahami perbedaan dan memperkuat persatuan dalam keberagaman,” kata Dr. Zainuddin.
Dengan semangat inovasi dan penelitian yang terus ditingkatkan, UIN Mataram diharapkan dapat terus menyumbang kemajuan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dan bangsa. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi,” tutup Prof. Fatah.
[ad_2]

