Universitas adalah lembaga pendidikan tinggi yang telah ada sejak zaman kuno. Salah satu universitas tertua di dunia yang masih beroperasi hingga saat ini adalah Universitas al-Qarawiyyin di Fes, Maroko. Namun, jika kita berbicara tentang universitas tertua di dunia yang terus beroperasi tanpa henti, maka jawabannya adalah Universitas al-Azhar di Kairo, Mesir.
Universitas al-Azhar didirikan pada tahun 970 M oleh Imam Al-Mu’izz li-Din Allah dari Dinasti Fatimiyah. Universitas ini telah menjadi pusat pembelajaran Islam yang terkemuka selama berabad-abad. Menurut sejarawan, Prof. Hugh Kennedy, Universitas al-Azhar telah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia Islam. Prof. Kennedy juga menyatakan bahwa universitas ini telah menjadi tempat studi yang penting bagi para ulama dan pemikir Islam.
Salah satu ciri khas dari Universitas al-Azhar adalah adanya pendekatan pembelajaran yang terbuka dan inklusif. Menurut Prof. John Esposito, seorang pakar studi Islam dari Universitas Georgetown, al-Azhar telah menjadi simbol dari toleransi dan keberagaman dalam dunia Islam. Prof. Esposito juga menyebutkan bahwa universitas ini memiliki tradisi intelektual yang sangat kuat dan telah menghasilkan banyak pemikir dan cendekiawan terkemuka.
Tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, Universitas al-Azhar juga memiliki peran yang penting dalam menjaga kestabilan sosial dan politik di Mesir. Menurut Dr. Amr Ezzat, seorang ahli politik dari Universitas Kairo, al-Azhar memiliki otoritas moral yang besar di kalangan masyarakat Mesir. Dr. Ezzat juga menekankan bahwa universitas ini memiliki peran yang sangat aktif dalam menanggapi isu-isu sosial dan politik yang terjadi di negara tersebut.
Secara keseluruhan, Universitas al-Azhar tetap menjadi salah satu lembaga pendidikan tertua dan terkemuka di dunia. Dengan tradisi intelektual yang kuat, pendekatan pembelajaran yang inklusif, serta peran sosial dan politik yang besar, al-Azhar terus menjadi pusat keberagaman dan pemikiran Islam yang relevan hingga saat ini.